Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC
Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC
Rekomendasi Bacaan Liburan
Januari 2010 bertepatan dengan liburan semester 3. Waktu yang tepat buat menghibur diri dengan membaca novel :p. Dan berikut adalah novel yang masuk Want-to-Read List-ku. Semoga juga bisa menjadi referensi bagi Anda
1. The Rainbow Troops (Laskar Pelangi Versi Bahasa Inggris) – Andrea Hirata
Diterbitkan 17 Desember 2009 lalu, novel ini, setahuku, adalah novel pertama Indonesia yang dialihbahasakan ke Bahasa Inggris. Tidak hanya novelnya yang bestseller, filmnya pun berhasil menyihir ribuan pemirsa. Tidak heran kalau novel ini kemudian diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh bule bernama Angie Kilbane. Tentunya tidak mudah menerjemahkan sebuah novel dengan latar belakang budaya lokal yang kental karena penerjemah selain menerjemahkan bahasa juga dituntut menerjemahkan budaya dari novel tersebut, dan Angie berhasil melakukannya. Berikut ini Review, Translator Note, cuplikan Chapter 1 dari The Rainbow Troops. Sekedar info, dari website penulis, Maryamah Karpov 2, buku yang masih termasuk dalam seri Laskar Pelangi, juga akan segera diterbitkan. Can’t wait..
2. Jonathan Strange and Mr. Norrell – Susanna Clarke
Edisi terjemahan Indonesia dari novel ini disajikan dalam box set yang terdiri dari tiga buku. Masing-masing berwarna merah, hitam, dan kuning keemasan. Berlatar cerita sihir ala Inggris yang sudah diceritakan dengan menarik di Harry Potter, Bartimaeus Trilogy, dan Septimus Heap, buku ini mencoba menarik pembaca dengan genre yang sama.
Berikut sinopsisnya (dikutip dari Gramedia Shop)
Dua penyihir akan muncul di Inggris. Yang pertama akan takut padaku; yang kedua akan mendamba memandangku…
Tahun 1806, dan sudah berabad-abad sihir praktis lenyap dari Inggris. Namun ternyata masih tersisa satu penyihir: Mr Norrell yang penyendiri. Dengan bakatnya, Norrell menyentakkan seluruh penjuru negeri. Tetapi Norrell yang selalu hati-hati dan banyak menuntut lalu tertantang oleh kemunculan penyihir lain: pemuda brilian bernama Jonathan Strange. Dengan wajah tampan dan sifat pemberaninya, Strange merupakan antitesis Norrell. Maka dimulailah pertempuran berbahaya dan menakjubkan antara dua pria hebat ini, yang akan membawa mereka ke berbagai medan perang dan tempat-tempat yang mestinya tidak mereka masuki.
Edisi Bahasa Indonesia buku ini diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama dalam satu box set berisi 3 buku seharga Rp.160.000
3. The Sorceress Bahasa Indonesia – Michael Scott
Buku ini merupakan buku ketiga dari The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel series. Walaupun sudah membaca versi Inggrisnya, aku tetap ingin membeli dan membaca edisi Indonesia-nya.
Di buku ketiga ini, cerita sudah berkembang pesat. Kisah si kembar semakin seru dengan dibumbui cerita dan makhluk-makhluk legenda yang akan membuat pembaca tercengang. Masih diceritakan dengan gaya thriller, Michael Scott mengajak pembaca berpetualang bersama Josh dan Sophie, si kembar dalam ramalan, untuk membangkitkan kekuatan sihir elemental mereka dan mencegah Elder kembali menguasai bumi.
Di buku ini, diperkenalkan banyak tokoh baru yang diambil dari mitologi dan sejarah seperti Palamedes (Ksatria Sarachen dalam legenda Arthur), William Shakespeare (setiap kalimat dialognya dalam buku ini dibuat sepuitis mungkin oleh penulisnya), Billy the Kid (atau yang dikenal dengan Henry McCarthy, pria yang dipercaya membunuh 20 ras kulit putih termasuk Mexican dan Indian), Nereus (The Old Man of the Sea) dan Raja Gilgamesh (Raja Sumeria yang disini diceritakan sebagai guru Magic of Water dan manusia tertua di dunia yang bahkan mengenal Abraham the Mage, sang penulis Codex).
Versi Indonesia buku ini masih akan diterbitkan oleh Penerbit Matahati pada awal 2010 dengan penerjemah Muhammad Baihaqi.
4. Let Go – Windhy Puspitadewi
Novel ini adalah buku keempat Mbak Windhy Puspitadewi setelah Confeito, sHe, dan Incognito. Novel ini, seperti kata penulis di bagian Muchas Gracias, ditujukan bagi mereka yang masih bertanya-tanya tentang arti persahabatan, arti kehidupan, dan arti kehilangan. Covernya unik dan layoutnya menarik
Jarang ada novel yang bisa bikin aku merinding, dan novel ini adalah salah satunya..
Berikut sinopsisnya:
Kau tahu apa artinya kehilangan? Yakinlah, kau tak akan pernah benar-benar tahu sampai kau sendiri mengalaminya.
Raka tidak pernah peduli pendapat orang lain, selama ia merasa benar, dia akan melakukannya. Hingga, suatu hari, mau tidak mau, ia harus berteman dengan Nathan, Nadya, dan Sarah. Tiga orang dengan sifat berbeda, yang terpaksa bersama untuk mengurus mading sekolah.
Nathan, si pintar yang selalu bersikap sinis. Nadya, ketua kelas yang tak pernah meminta bantuan orang lain, dan Sarah, cewek pemalu yang membuat Raka selalu ingin membantunya.
Lagi-lagi, Raka terjebak dalam urusan orang lain, yang membuatnya belajar banyak tentang sesuatu yang selama ini ia takuti, kehilangan.
5. The Lost Symbol Bahasa Indonesia – Dan Brown
Dari tempointeraktif.com:
Novel ini mengisahkan konspirasi kelompok rahasia Freemasonry di pemerintahan Amerika Serikat.
Brown tetap menyajikan cerita tentang pakar simbol Robert Langdon dengan kisah yang cepat dan membuat pembaca sulit mengalihkan dari halaman buku. Novelnya juga kontroversial, seperti biasa.
“Da Vinci Code”, misalnya, mengungkap konspirasi yang memegang rahasia bahwa Yesus memiliki anak. “The Lost Symbol” bukan kekecualian. Novel ini mengungkap kelompok rahasia Freemasonry di pemerintahan Amerika Serikat.
Tidak heran, novel ini menggunakan ibu kota Amerika, Washington, sebagai lokasi cerita. Seperti “Da Vince Code”, Langdon akan membongkar rahasia Freemanson lewat jejak-jejak arsitektur di Washington.
Tentu saja, ada musuh dengan karakter kuat, hampir-hampir seperti karakter dalam komik. Dalam “Da Vinci Code” ada rahib albino yang menakutkan. Dalam “The Lost Symbol” tampil orang berotot bertato yang menyebut dirinya Mal’akh (dalam bahasa Ibrani berarti malaikat).
“The Lost Symbol” dibuka dengan adegan saat Mal’akh dilantik masuk posisi tinggi di Freemasonry. Kisah berpindah saat Langdon menumpang pesawat pribadi terbang ke Washington karena diundang berbicara dalam satu acara di gedung Capitol–gedung DPR/MPR-nya Amerika Serikat.
Saat sampai di Capitol itu para pembaca mulai menahan nafas. Undangan itu palsu. Ia diundang oleh temannya yang kaya raya dan anggota Freemasonry, Peter Solomon. Tapi Solomon malah ditemukan tewas dengan tangan ditato simbol Freemasonry dan menunjuk gambar George Washington dari 1865.
Washington–seperti sejumlah presiden Amerika seperti Benjamin Franklin, Teddy Roosevelt, Harry Truman, dan Gerald Ford–memang benar anggota Freemasonry. Latar belakang ini membuat bangunan di Washington banyak diwarnai kepercayaan Freemasonry.
Seperti novel Brown sebelumnya, Langdon akan ditemani perempuan cantik saat berpetualang. Dalam “The Lost Symbol”, perempuan itu adalah saudara Peter Solomon, Katherine Solomon.
Bersama Katherine, Langdon menghadapi Mal’akh yang memiliki motif mencari kuil Freemasonry yang tersembunyi. Kuil itu, menurut kepercayaannya, bisa membuatnya melakukan transformasi.
Negeri 5 Menara
Judul: Negeri 5 Menara
Penulis: Ahmad Fuadi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan: I, Agustus 2009, 432 halaman (Hore, aku dapat cetakan pertama!)
Genre: Fiksi yang diangkat dari kisah nyata
Star: 4.5 out of 5
Jujur, aku membeli buku ini awalnya gara-gara endorsemen dari tokoh-tokoh terkenal seperti Andy F. Noya (Host Kick Andy), Riri Riza (Sutradara), BJ Habibie, Ary Ginanjar (Penulis buku ESQ), Erbe Sentanu (Penulis buku Quantum Ikhlas, Zona Ikhlas), dan lain-lain. Covernya bagus, menampilkan 5 menara–Monumen Nasional (Monas) di Indonesia, Monumen Washington di Amerika, Bigben di Inggris, dan dua menara lagi yang belum aku ketahui. Dua faktor ini cukup membuktikan keseriusan penerbit dalam mengemas buku ini dan keyakinan penerbit untuk menjadikan buku ini sebagai andalan.
Judulnya unik, awalnya kukira ini buku fiksi fantasi tentang sebuah negeri dengan 5 menara. Ternyata aku salah, ini jenis buku fiksi yang dikembangkan dari kisah nyata. Toh, walaupun ini bukan buku fiksi fantasi–genre favoritku–aku tetap membelinya gara-gara review positif dan endorsemennya tadi.
Bagian prolog menceritakan tentang tokoh utama yang dihubungi teman lamanya via messenger yang kemudian mengingatkannya kembali pada masa lalunya, masa dimana ia masih berada di pondok. Mungkin benar juga tips menulis yang menyatakan bahwa kalimat-kalimat awal sangat menentukan bagaimana buku itu sampai akhir. Dan prolog buku ini dieksekusi dengan sangat menarik–You caught my attention, Mas Fuadi.
Novel ini menceritakan tentang Alif Fikri, seorang anak Minangkabau lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang ingin melanjutkan ke SMA untuk meraih cita-citanya namun “dipaksa” orangtuanya untuk menempuh jalur pendidikan Islam. Karena tidak ingin durhaka pada orangtuanya, Alif dengan berat hati memenuhi permintaan orangtuanya untuk melanjutkan ke pondok dengan syarat ia tidak mau “mondok” di Minang; ia ingin merantau ke tempat lain, dan atas informasi dari kerabatnya, Alif akhirnya memilih untuk melanjutkan studinya ke Pondok Madani (PM) di Ponorogo, Jawa Timur. Sampai disini, aku sudah dipikat oleh buku ini. Latar belakangnya mirip ceritaku dulu: lulusan MTs yang disuruh orangtuanya untuk melanjutkan ke pondok, tapi bedanya aku memilih jalan untuk melanjutkan ke SMA. Bapak, maafkan anakmu yang telah melanggar perintahmu ini huhuhu (lho kok malah curhat??). Aku menganggap Alif sebagai diriku yang lain, yang memenuhi perintah orangtuanya untuk mondok (ahhahaha, maksa!).
Setelah diterima di PM, Alif menemukan dunia pondok yang benar-benar baru baginya. Dengan selusinan aturan tak-tertulis yang harus-dipatuhi-dan-tidak-boleh-dilanggar, Alif harus benar-benar berusaha keras untuk menyesuaikan diri disana. Ia dan teman-temannya diharuskan menggunakan bahasa Inggris dan Arab sebagai bahasa sehari-hari dengan masa percobaan tiga bulan. Bagiku, penulis menggambarkan PM seperti Hogwarts lengkap dengan asrama, pengatur kedisiplinan, detensi, guru paling horor, kepala sekolah yang baik, dan Aula tempat berkumpul semua siswa (bedanya di buku ini, tempat itu adalah masjid pondok). Tentunya, tokoh-tokoh dan settingnya tidak sekompleks Harry Potter)
Berawal dari hukuman yang ia terima karena terlambat ke masjid, Alif menemukan sahabat-sahabat senasib yang kemudian dinamai Sahibul Manara–sahabat yang sering berkumpul di bawah menara masjid Pondok Madani sambil menunggu adzan Maghrib. Mereka adalah Said dari Surabaya, Raja dari Medan, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa. Bersama, mereka saling menasehati, saling berbagi mimpi, dan saling membantu satu sama lain. Topik utama dari buku ini berpusat pada kisah keenam sahabat ini berjuang menuntut ilmu dengan ikhlas di PM, berusaha menjadi orator yang baik, melatih bakat, dan berusaha mati-matian untuk bisa lulus dari PM. Cerita kemudian berlanjut dengan pengalaman-pengalaman khas santri pondok yang diselingi dengan kejutan-kejutan seru di dalamnya.
Buku ini sangat inspiratif, dengan petuah-petuah tersirat tentang keikhlasan belajar-mengajar, tentang keyakinan, dan tentang kekuatan mimpi. Penulis juga berhasil menyajikan image pondok bukan sebagai tempat pendidikan kolot, kuno, keras, melainkan sebagai tempat pendidikan yang mengarahkan siswanya untuk menjadi insan unggul baik dari sisi pendidikan agama maupun pendidikan non-agama seperti orasi, olahraga, bahasa, dll.
Aku sendiri paling suka kalimat-kalimat inspiratif dan menggugah di dalamnya, diantaranya: “Jangan pernah meremehkan mimpi walau setinggi apapun, sungguh Tuhan Maha Mendengar“, lalu kutipan kata-kata Imam Syafi’i, “Orang berilmu dan beradab tak akan diam di kampung halaman. Tinggalkanlah negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, maka engkau akan menemukan pengganti dari kerabat dan sahabatmu. Bersakit-sakitnya, maka manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang“, dan tentunya kalimat andalan buku ini, “Man jadda wajada“.
Ada juga bagian dimana Alif mengenang masa lalunya dengan ayahnya yang berhasil mengiris-ngiris hatiku (don’t be lebay, please!). Dan entah kenapa, bagian ending buku ini membuatku terharu padahal ceritanya (sebenarnya) tidak terlalu mengharukan. Mungkin benar kata Paul Sweeney, “You know you’ve read a good book when you turn the last page and feel as if you’ve lost a friend.”
Tidak banyak yang bisa dikritik dari buku ini; pengemasannya keren dan ceritanya menarik. Mungkin yang agak mengganggu adalah beberapa kesalahan ketik atau kesalahan gramatikal di beberapa kalimat yang sebenarnya tidak mengganggu tapi membuatku–yang (sok) memperhatikan detail kalimat–sempat mengulang-ngulang kalimat itu untuk memikirkan koreksi kalimat yang benar :p
PS: Buku ini datang dikala aku benar-benar di ujung kemalasan yang amat sangat sungguh parah sekali dan buku ini berhasil membangkitkanku untuk bisa berpacu dan terus maju (halah!). Dan aku menyarankan buku ini buat temen-temen di kampus dan ternyata respons mereka positif semua, mulai dari Tirta yang paling males kalo diajak baca buku fiksi, Banon yang emang suka buku-buku kaya gini, Rio yang sukanya baca fiksi fantasi, Fahmi dan Hallaz yang asli Ponorogo, sampe Ike yang lulusan Pondok Gontor Putri (katanya ceritanya mirip keseharian mereka). Sekedar informasi, buku Negeri 5 Menara ini adalah buku pertama dari sebuah trilogi. Nggak sabar nunggu sekuelnya
Schematic 2009 :: NST Part 2
Setelah sukses dengan NST Part 1 yang bertajuk “Save Our World with Green Computing”, Himpunan Mahasiswa Teknik Computer-Informatika (HMTC) akan mengadakan National Seminar of Technology (NST) part 2 dan akan mengambil tema “The Free Software Movement and The GNU/Linux Operating System”.
Seminar luar biasa ini akan menghadirkan pakar open source Mr Richard Matthew Stallman yang merupakan pendiri gerakan perangkat lunak bebas, proyek GNU, dan Free Software Foundation. Sekedar informasi, beliau juga yang menulis GNU General Public License (GNU GPL atau GPL), lisensi perangkat lunak bebas yang paling banyak dipakai, dan memberi ilham konsep copyleft. (Orang hebat kan
)
Seminar ini akan diadakan pada Senin, 9 November 2009 mulai dari jam 13. 00 – 16.00 WIB di Gedung Pascasarjana ITS.
Hebatnya, seminar ini lebih murah dari NST Part 1; Anda bisa mengikuti seminar ini hanya dengan Rp. 50.000 (Mahasiswa) atau Rp. 70.000 (umum). Keren kan!!!
Jadi, jika Anda berminat, cepetan daftar karena seminar ini “Limited Edition” dan pendaftarnya sudah mulai banyak. Pendaftaran dapat dilakukan di Sekretariat HMTC Gedung Teknik Informatika ITS Lantai 3 atau di Plasa Lantai 1 Teknik Informatika pada jam 8.00 sampai 16.00.
PS: Untuk info lengkapnya, Anda bisa menghubungi cotact person NST: Median 085655372630 dan Wiryanto 08123187887
Link kaskus: http://www.kaskus.us/showthread?p=2675406
Schematics 2009

Teknik Informatika ITS mengadakan acara tahunan bertajuk Schematics 2009.
Acara ini meliputi National Logic Competition (NLC), National Programming Contest (NPC), National Seminar of Technology (NST) dan acara temu alumni (Reeva).
NLC .: The Creation of Logic :.
NLC atau National Logic Competition merupakan lomba untuk mengetes kemampuan logika yang dapat diikuti seluruh siswa SMA, SMP, bahkan SD di seluruh Indonesia. Lomba ini dapat diikuti secara beregu (1 tim = 3 orang) dan dilaksanakan secara offline (di Surabaya dan Malang) dan juga secara online bagi siswa yang tidak memungkinkan mengikuti penyisihan secara offline. Pendaftarannya dibuka 17 Agustus 2009 sampai 17 Oktober 2009 di Gedung Teknik Informatika ITS Surabaya dan SMAN 1 Malang, serta melalui official site Schematics 2009.
Penyisihan dilaksanakan pada 1 November 2009 secara online dan offline sedangkan babak perempat final, semifinal, dan final dilaksanakan pada 13 November 2009 di Graha ITS Surabaya.
Lomba ini memperebutkan total hadiah senilai Rp. 6.000.000
Bagi yang berminat, silakan menghubungi contact person
HP: Sukma 085732061731 atau Mery 08563740099
Email: email_nlc2009@yahoo.com
YM: ymnlc1, ymnlc2
website: http://schematics.hmtc-its.org
NPC .: Show Your Pride in Programming World :.
NPC atau National Programming Contest merupakan lomba pemrograman untuk siswa SMA, SMP, dan SD yang mengaku memiliki kemampuan pemrograman Pascal/C. Tidak berbeda dengan NLC, peserta lomba ini juga berupa grup/tim yang terdiri dari maksimal 2 orang. Pendaftaran juga dibuka mulai 17 Agustus sampai 17 Oktober secara offline di Gedung Teknik Informatika ITS dan online di website Schematics 2009. Lomba ini memperebutkan hadiah total senilai Rp 4.000.000
Bagi yang berminat, bisa menghubungi CP
HP: Dias 0857330201906 atau Dewi 087853262569
YM/Email: ymnpc1@yahoo.com, ymnpc2@yahoo.com
website: http://schematics.hmtc-its.org
NST .: Save Our World with Green Computing :.
Selain lomba untuk siswa SMA, SMP, sederajat, dalam rangkaian acara Schematics 2009 ini juga terdapat seminar teknologi berjudul National Seminar of Technology yang mengambil tema “Save Our World with Green Computing”. Keynote speaker seminar ini adalah Romi Satrio Wahono (pendiri ilmukomputer.com), Priyanto (Team Leader of ICT competency Standart for Teachers at Microsoft) dan HP Indonesia (perusahaan yang sudah menerapkan green computing).
Acara luar biasa ini akan diadakan pada hari Minggu, 18 Oktober 2009, pukul 9.00 – 16.00 WIB di Gedung Teknik Informatika ITS. Pendaftaran bisa dilakukan di Gedung Teknik Informatika ITS lt.1 atau secara online di website Schematics 2009
Jika Anda tertarik dengan acara seminar ini, Anda bisa menghubungi
HP: Wiryanto 08123187887 atau Amel 085746452200
Email: nst_schematics_09@yahoo.com
website: http://schematics.hmtc-its.org
PS: Biaya pendaftaran NPC, NLC, dan NST dapat dibayarkan ketika mendaftar offline atau bisa ditransfer melalui BNI Cabamg Urip Sumoharjo, Surabaya, a.n Danur Indri Utami dengan No Rekening 0128420056. Biaya pendaftaran NLC Rp. 60.000/tim; NPC 50.000/tim; NST Pelajar/Mahasiswa Rp. 70.000, Umum Rp. 100.000
In Memoriam
Andaikan aku hidup di Dunia Harry Potter, aku ingin bisa Parseltongue. Mungkin dengan kemampuan itu, aku bisa mengalahkan ketakutanku pada ular dan mungkin menolong orang yang harus berurusan dengan ular.
Empat puluh hari yang lalu, kurang atau lebih, temanku baru saja meninggal karena digigit dan terkena racun ular.
Aku tahu, kita tidak seharusnya membicarakan orang yang telah meninggal. Tapi tulisan ini aku buat semata-mata untuk menghormati dirinya.
Dia teman yang baik dan tulus dalam membantu.
Dia juga salah satu orang yang aku kenal paling awal di Teknik Informatika ketika masih jamannya OMB—ketika aku dan teman-teman 2008 masih belum kenal satu sama lain. Tak terhitung berapa banyak kebaikan yang ia berikan kepadaku dan kepada angkatan 2008.
Aku masih ingat kenangan terakhirnya. Dia minta diantarkan ke toko buku, Togamas, beberapa hari sebelum dia meninggal untuk membeli buku Edensor dan Maryamah Karpov. Buku itu akan diberikannya kepada adiknya.
Dan kepergiannya mengingatkanku dan juga teman-teman bahwa suatu saat kita pun akan mati. Hanya masalah waktu saja kapan hal itu akan terjadi. Kita berjalan di atas muka bumi ini—kita kuliah, kerja, makan, minum—namun kita jarang ingat akan mati. Dan pertanyaan besarnya adalah, “Apakah kita siap mati? Dan apakah kita sudah cukup bekal untuk menuju alam lain setelah kita mati?”
Banyak orang bersedih dan menangis ketika temanku ini menghembuskan nafas terakhirnya. Dan lebih banyak lagi orang yang melayat dan menghadiri pemakamannya. Dan ini membuatku berpikir, bagaimana nantinya jika aku mati? Apakah banyak orang yang hadir di pemakamanku? Apakah ada orang yang hadir? Dan apakah makamku akan sering dikunjungi? Atau hanya dikunjungi ketika Ramadhan akan tiba? Allahu a’lam.
Yang jelas, Firdaus meninggalkan banyak kenangan manis bagiku dan bagi teman-teman. Dan kepergiannya juga mengingatkanku akan banyak hal.
Selamat jalan, Daus. Farewell, friend. Terima kasih atas semua kenangan yang telah kau berikan. Semoga Allah menempatkanmu di tempat yang namanya sesuai dengan namamu.
C-18
Whoa, setelah menjalani pengaderan selama satu tahun, akhirnya tanggal 1 Juli 2009 kemarin, C-18 resmi dibentuk.
Udah Cuma mau bilang gitu aja, detailnya biarlah orang-orang yang bersangkutan saja yang tahu. (alasan!)
Di sini aku cuma mau mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para SC (Mas Fajri, Mas Jadid, Mas Irfan, Mbak Ratna, Mbak Anggun, Mbak Niken, Mas Wiwing, Mas Hanny, Mas Deden, Mas Sulaiman, Mbak Ariana, Mbak Cintaniati, Mas Arif, Mas Baskoro, Mas Yovie, Mas Tosa, Mas Scenda, Mas Hendri, Mas Fahru… Nah, aku yakin ada yang terlupa.. Beneran!)
Juga kepada para OC thanks a lot buat semuanya..
Buat teman-teman 2008 semuanya, kita akan selalu jadi saudara selamanya.
Dan.. untuk teman-teman C-18, ini hanya awal dari perjuangan kita. Ingat komitmen yang telah kita buat. Jika suatu saat nanti kita sudah sibuk masing-masing, ingatlah hari-hari penuh kebersamaan, saat kita adalah satu: satu tujuan, satu nasib, satu perjuangan. Semangat!!!
(PS: sebenarnya mau posting pas tanggal 1 Juli, tapi akhirnya molor sampai sekarang gara-gara alasan klasik)
Quick Post Gak Penting
Yaha.. udah lama nih gak ngeblog.. Nulis apa ya? (*garuk-garuk).
Quick Notes dari semester 2:
1. Secara akademis, semester 2 udah lewat yaitu dengan berakhirnya demo final project Praktikum Struktur Data 2009 dengan judul GPS Simulation and Java Information System. (Makasih Maulidan, Pambudi, Zen, dan temen2 2008)
2. Sampai artikel ini ditulis, aku baru mengantongi 2 nilai EE dan 1 nilai O untuk semester 2 ini.
3. Oh ya, buku koleksiku udah nambah, sekarang udah sekitar 25an. (6 diantaranya adalah hadiah dari Penerbit Matahati (Kuis Bababutis)). Dan sekarang aku lagi ngebet banget pengen baca The Sorceress.
4. Selama satu semester ini udah banyak kejadian yang terjadi di TC. Mulai dari pergantian komting 2008 (Hendrik), pemampatan jumlah 2008 yang ikut pengaderan, cinlok, cinta segitiga, cinta segiempat, cinta antar sesama (lho?), cinta antar angkatan, dan lain2.
5. Sampai saat ini yang namanya C-18 masih belum juga terbentuk.
6. Aku menemukan banyak teman “baru” di TC.
7. Disini aku juga ingin mengucapkan terima kasih buat beberapa teman yang telah membantuku secara akademis: Erli, Tirta, Satriya, dan Bowo (untuk FP Struktur Data yang –you know what I mean– thank you very much). Untuk Reza ‘Ndog’ (Makasih buat bantuan dan “pujian” selama 5 modul PSD. Aku berhutang banyak padamu ^_^v). Dan untuk semua 2008 dan senior yang gak bisa kusebutin satu per satu. I owe you a lot and thank you very much.
8. Juga buat Pak Wawan Sasono, terima kasih banyak atas bimbingannya dan terima kasih telah menyediakan “pelarian dari kuliah” yang menarik dan menyenangkan.
Au revoir!
The Magician and the Mystery Inside
Wow, aku baru tahu postinganku yang berjudul “The Magician Bahasa Indonesia” jadi top post di blog ini dengan 215 views (sampai saat post ini ditulis) dan 10 komentar. Padahal isinya nggak penting” banget, cuma membahas tentang sedikit cerita The Magician, bahkan pembahasan tsb tidak bisa disebut review. Selain itu, wordpress juga mencatat bahwa top searches yang mengantarkan pengunjung ke blog ini adalah <”the magician” alchemist, novel alchemist versi indonesia, download alchemyst, ebook alchemyst, the alchemist by michael ebook indonesia download, sinopsis dari buku the alchemist (the secrets of the immortal nicholas flamel, novel alchemist versi indonesia, “the magician” alchemist, ebook gratis alchemist>. Maafkanlah aku karena kalian tertipu tag dari postingan tsb. Untuk itu, izinkalah saya untuk membuat review yang lebih “manusiawi” tentang The Magician, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel #2, mengingat saya sudah membeli edisi Indonesia-nya tanggal 13 Maret kemarin.
———————————————————————————————
Judul: The Magician, The Secrets of the Immortal Nicholas Flamel
Penulis: Michael Scott
Penerjemah: Novia Stephani (FYI, The Alchemyst diterjemahkan oleh Berliani M. Nugrahani)
Ilustrator: Michael Wagner
Penerbit dan tahun terbit: Matahati, Maret 2009
Ketika Flamel, Scathach, Josh, dan Sophie masuk cermin yang merupakan gerbang ley di Ojai (ending The Alchemyst), mereka ter-transport ke Paris, kota masa muda Flamel. Mereka tepatnya berada di Katedral Notre-Dame. Kedatangan mereka di Paris disambut oleh manipulator Italia handal yang juga seorang immortal, Niccolo Machiaveli, yang membawa sepasukan polisi. Tidak kehilangan akal, Flamel meminta Sophie supaya menggunakan Magic of Air-nya untuk membuat brouillard–kabut–sehingga mereka bisa melarikan diri. Flamel kemudian menghubungi Witch of Endor di Ojai untuk meminta bantuan mengenai immortal yang memihak humani yang berada di Paris. Mereka dipertemukan dengan Comte de Saint Germain, seorang bintang rock dan alchemist yang dulunya adalah murid Flamel.
Machiavelli, yang telah gagal menangkap Flamel di Notre Dame, kemudian memburu Flamel di dekat Eiffel, tempat bertemunya Flamel dengan St. Germain. Terperangkap, Germain menggunakan auranya untuk memunculkan Ignis–api. Ia membuat semacam kembang api mengelilingi Eiffel seperti yang terjadi pada perayaan milenium di menara terkenal tsb untuk menarik massa.
Selanjutnya Flamel memisahkan diri dari rombongan untuk memecah perhatian para polisi Machiavelli. Karena kemampuannya yang telah melemah, Flamel berhasil tertangkap polisi suruhan Machiavelli. Terpojok, ia menggunakan salah satu ilmu alkemi yang ia miliki: transmutasi. Ia membuat mentransmutasi glukosa dan fruktosa untuk membuat gula dan menarik kawanan semut untuk menyerang para polisi tsb. Dan Flamel-pun lari menuju rumah lamanya.
Di Alcatraz, Perenelle sang Sorceress (kata Alchemyst, Magician, dan Sorceress dalam buku ini tidak diterjemahkan oleh Mbak Novia, karena kata-kata tersebut merujuk pada tokoh-tokoh utama dan menjadi judul di seri ini) ditawan dan dijaga oleh Sphinx, yang menyerap energi sihir manusia. Perenelle yang memiliki kemampuan melihat, bahkan berbicara kepada hantu, bertemu dengan hantu De Ayala, Sang Penemu Alcatraz. Atas permintaan Perenelle, De Ayala menakut-nakuti Sphinx yang memungkinkan Perenelle untuk kabur dan mengisi auranya. Namun, ketika hendak keluar dari Alcatraz, Perenelle mendapati berbagai macam makhluk menyeramkan terpenjara di Alcatraz. Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan, “Apakah yang sedang direncanakan Dee?”
Josh, Sophie, dan Scathach dibawa St. Germain ke rumahnya yang ada di kawasan Champs-Elysees. Di sana Scathach dikejutkan dengan kehadiran muridnya dahulu, Joan of Arc, yang juga merupakan istri St. Germain. Di sisi lain, Flamel pulang ke rumahnya untuk mengambil pedang Clarent–kembaran Excalibur yang dimiliki Dee–dan kemudian kembali ke rumah Germain melalui penanda yang diberikan Germain. Sophie-pun belajar Magic of Fire dari St. Germain, sedangkan Josh belajar menggunakan pedang Clarent, yang diberikan oleh Flamel, dengan diajar oleh Joan of Arc. Selain itu, Flamel menyerahkan 2 lembar Codex yang terakhir kepada Josh.
Machiavelli dan Dee (yang telah datang dari Ojai), setelah gagal menangkap Flamel dkk, kemudian berencana menyerang rumah St. Germain. Namun Machiavelli masih punya satu rintangan: selama Scathach masih bersama Flamel dan si Kembar, mereka akan nyaris mustahil menangkap si Kembar. Maka, Machiavelli mendatangkan Valkyrie/Disir (dan juga makhluk komodo raksasa bernama Nidhogg) untuk menangkap Scathach.
Dan aksi kejar-kejaran pun terjadi, Disir merusak rumah St. Germain, Nidhogg berhasil menangkap Scathach, Josh berusaha menolong Scatty, Nidhogg membatu akibat sabetan Clarent, Dee dan Machiavelli berhasil menangkap Josh, Sophie dan Joan berusaha menolong Josh, dan akhirnya Dee membawa Josh ke katakombe Paris untuk dibangkitkan oleh Mars Ultor, Sang Dewa Perang, namun dengan konsekuensi yang harus ditanggungnya…
Belum lagi ditambah adanya homunculi dan tulpa (makhluk dari benda mati yang digerakkan sehingga menyerupai makhluk hidup dengan ilmu Necromancy), kehadiran Morrigan di Alcatraz untuk membunuh Perenelle, keberadaan Tetua Laba-laba di Alcatraz yang secara tidak sengaja ditemui Perenelle, kehadiran Dagon yang ingin balas dendam pada Scathach dengan menenggelamkannya di Sungai dan masih banyak lagi cerita unik lainnya, tentunya akan menambah seru cerita ini. Thriller sihir dan mitologi ini akan membuat para pembaca penasaran sampai akhir cerita dan ingin tahu lanjutannya lagi, lagi, dan lagi…
***
Bagi yang sudah membaca bukunya, silakan baca spoiler di bawah ini… Bagi yang belum it’s up to you, nggak ditanggung ya kalo kecewa… Read more…
Chapitre 3: Nombre
Bahasa Prancis (begitu juga Jerman) kurang praktis dalam penomoran atau urusan angka. Ambil contoh 90, alih-alih diucapkan sembilan-kali-sepuluh, dalam bahasa Prancis, 90 diucapkan empat-kali-dua-puluh-ditambah-sepuluh atau quatre-vingt-dix (quatre = empat, vingt = dua puluh, dix = sepuluh). Nerjemahin angka dalam bahasa Inggris aja susah, gimana kalo Prancis?
Untuk selengkapnya, silakan lihat tabel ini
Bilangan Pokok dan Bertingkat
| Angka | Bilangan pokok | Baca | Bilangan bertingkat | Baca |
| 0 | zéro | zay-roh | ||
| 1 | un, une | an’ | première | premye |
| 2 | deux | do | deuxième | doksyem |
| 3 | trois | trwa | troisième | trazyem |
| 4 | quatre | kat, cut | quatrième | katriyem |
| 5 | cinq | seng, sank | cinquième | sangkyem |
| 6 | six | sis, seese | ||
| 7 | sept | set | ||
| 8 | huit | uit, wheat | ||
| 9 | neuf | nuhf | neuvième | novyem |
| 10 | dix | dis, deese | ||
| 11 | onze | ongz | ||
| 12 | douze | dooz | ||
| 13 | treize | trez | ||
| 14 | quatorze | katorz | ||
| 15 | quinze | kengz | ||
| 16 | seize | sez | ||
| 17 | dix-sept | dis-set | ||
| 18 | dix-huit | dis-suit | ||
| 19 | dix-neuf | dis-nef | ||
| 20 | vingt | vang | vingtième | vangtyem |
| 21 | vingt et un | veng-te yang | ||
| 22 | vingt-deux | veng-do | ||
| 30 | trente | trongt | ||
| 31 | trente et un | trong-te-yang | ||
| 40 | quarante | karongt | ||
| 50 | cinquante | sengkongt | ||
| 60 | soixante | swasongt | ||
| 70 | soixante-dix | swasongt-dis | ||
| 80 | quatre-vingts | katre-vengt | ||
| 90 | quatre-vingt-dix | katre-veng-dis | ||
| 91 | quatre-vingt-onze | katr-veng-ongz | ||
| 100 | cent | sengt | centième | sangtyem |
| 200 | deux cents | dosongt | ||
| 250 | deux cent cinquante | do-songt-sengkongt | ||
| 1000 | mille | mil | millième | milyem |
| 1000000 | un million | unmilyong |
Bilangan Pecahan
1/2 = un demi atau la moitié
1/3 = un tiers
1/4 = un quart
1/5 = un cinquième
2/3 = deux tiers
2/5 = deux cinquièmes
3/4 = trois quarts
2/2 = deux demis
5 1/3 = cinq et un tiers
9 ¼ = neuf et un quart
untuk menyatakan koma dalam hitungan, gunakan virgule
77,7 = soixante-dix virgule sept
99,9 = quatre-vingt-dix virgule neuf
dst
Catatan:
-Untuk angka 21 sampai 81, bilangan yang satuannya 1 (21, 31, 41, …, 81), setelah puluhan ditambah “et” kemudian satuan.
21 = Vingt et un (Veng-te-yang)
31 = Trente et un (trong-te-yang)
51 = Cinquante et un (sengkongt-te-yang)
81 = Quatre-vingt et un (katre vengt-te-yang)
-Ratusan, ribuan, jutaan (selain seratus, seribu, sejuta) diberi akhiran “s” di belakang. (Misal 200 = deux cents; 5000 = cinq milles)
Ini tidak berlaku jika di ratusan atau ribuan tsb mempunyai satuan dll (misal 201 = deux cent un, bukan deux cents un)
-Angka 70 dan 90, apabila ditulis dalam huruf, ditambahkan tanda strip antarkata (70 = soixante-dix; 90 = quatre-vingt-dix)
-Oh ya, 555 ditulis cinq cent cinquante cinq, dibaca seng-song-sengkongt-seng (kok jadi berasa kaya Bahasa Cina ya?)
–***–



